UNDUH SEKARANG

17 nov 2 1 1
Konsep Healing Drama dalam Serial Jepang Apakah Sesuai Ekspekstasi

Bagikan :

Konsep “Healing Drama” dalam Serial Jepang, Apakah Sesuai Ekspekstasi?

Istilah healing drama belakangan ini semakin sering dipakai untuk menggambarkan drama yang terasa menenangkan dan nyaman ditonton. Menariknya, drama Jepang atau dorama termasuk yang paling sering masuk dalam kategori ini. Namun apakah benar drama Jepang seampuh itu mengatasi pikiran yang lelah?

Kalau kita lihat lagi, banyak dorama sebenarnya tidak punya cerita yang terlalu “wah”. Konfliknya sederhana, alurnya lambat, bahkan kadang tidak banyak kejadian besar. Tapi justru karena itulah banyak penonton merasa drama Jepang punya efek yang menenangkan, terutama saat sedang lelah secara emosional. Bahkan, beberapa orang bahkan menganggap dorama seperti “tempat istirahat” setelah penat dengan kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini sebenarnya cukup dekat dengan konsep Jepang bernama iyashikei, yaitu genre cerita yang memang dibuat untuk memberi efek nyaman, tenang, dan healing bagi penontonnya. Genre ini banyak ditemukan dalam anime maupun drama slice of life Jepang yang fokus pada suasana damai dan kehidupan sehari-hari.  Lalu, kenapa dorama bisa terasa se-menenangkan itu? Coba kita simak dulu ulasan berikut ini!

Konfliknya Dekat dengan Kehidupan Nyata

Salah satu alasan terbesar kenapa drama Jepang terasa nyaman ditonton adalah karena konflik yang mereka angkat biasanya sangat grounded. Alih-alih dipenuhi perebutan kekuasaan, plot balas dendam, atau konflik yang terlalu dramatis, banyak dorama justru fokus pada masalah sederhana yang dialami manusia, seperti rasa kesepian, tekanan kerja, hubungan keluarga, kehilangan arah hidup, atau perjuangan menjalani hari-hari biasa. Karena terasa realistis, penonton lebih mudah terhubung secara emosional.

Drama Jepang juga sering menunjukkan bahwa hidup tidak selalu harus spektakuler untuk terasa bermakna. Kadang cerita hanya tentang seseorang yang mencoba bangkit pelan-pelan, belajar menerima diri, atau menemukan kenyamanan dalam rutinitas kecil sehari-hari. Uniknya, justru cerita seperti itu yang terasa paling menenangkan dan mudah dicerna oleh para penonton.

Ketika menonton sesuatu yang relate, penonton akan menyadari bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Mereka bisa merasa bahwa ada orang-orang lain di luar sana yang mengalami konflik sama. Dalam beberapa titik, mereka juga bisa mengambil pelajaran dan sudut pandang baru dalam menghadapi masalah yang terasa buntu tanpa jalan keluar. 

Pacing yang Lambat Justru Jadi Kekuatan

Banyak orang yang baru mulai menonton dorama kadang merasa heran karena ritmenya cenderung lambat. Tidak banyak cliffhanger besar yang bisa kita saksikan. Tidak semua episode dipenuhi kejutan, bahkan beberapa drama terasa “sunyi”. Namun di situlah daya tariknya.

Drama Jepang sering memberi ruang bagi penonton untuk benar-benar menikmati suasana cerita. Kamera tidak terburu-buru berpindah adegan. Percakapan dibuat natural. Kadang ada momen diam beberapa detik yang dibiarkan begitu saja. Pendekatan seperti ini membuat pengalaman menonton terasa lebih tenang dan tidak melelahkan.

Beberapa penonton bahkan menyebut drama slice of life Jepang terasa seperti “pelukan hangat” karena tidak memaksa emosi secara berlebihan. Diskusi soal comfort drama dan healing drama juga cukup sering muncul di komunitas penonton yang mencari tontonan dengan nuansa lembut dan emosional. 

Visual Sederhana yang Terasa Hangat

Hal lain yang membuat dorama terasa healing adalah visual yang dinilai terasa hangat. Berbeda dari drama yang penuh set mewah dan sinematografi glamor, drama Jepang sering tampil sederhana, seperti rumah kecil, kota pinggir, kereta malam, warung makan sederhana, atau suasana desa yang tenang. Tapi justru kesederhanaan itu membuat suasananya terasa hangat.

Beberapa drama bahkan menggunakan alam sebagai bagian penting dari emosi cerita. Tema pedesaan, laut, pegunungan, hingga kehidupan sehari-hari di kota kecil cukup sering muncul dalam drama Jepang bergenre slice of life. Visual seperti ini memberi rasa nyaman karena terasa jauh dari hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat.

Salah satu drama yang cukup kental menampilkan pemandangan alam adalah TENGU NO DAIDOKORO (2023). Serial ini menceritakan tentang seorang remaja bernama On yang pindah ke pedesaan Jepang untuk tinggal bersama kakaknya, Motoi. Di sana, ia mulai menjalani kehidupan sederhana yang dekat dengan alam, makanan rumahan, dan tradisi keluarga yang berkaitan dengan legenda tengu. 

Drama TENGU NO DAIDOKORO dikenal lewat suasananya yang hangat, tenang, dan penuh nuansa healing. Beberapa drama lain yang juga tak boleh dilewatkan adalah HAYABUSA SHOBODAN (2023) dan FIRST PENGUIN! (2022) yang pastinya akan memanjakan mata penonton dengan keindahan alam Jepang.

Emosinya Tidak Berisik, Tapi Tetap Dalam

Sebagaimana kita tahu, drama Jepang tidak selalu memakai dialog panjang atau adegan menangis berlebihan untuk membuat penonton tersentuh. Justru banyak emosi disampaikan lewat tatapan, gesture kecil, suasana sunyi, atau percakapan sederhana. Karena itu, dorama sering terasa lebih intim.

Kadang adegan paling emosional justru bukan konflik besar, melainkan seseorang memasakkan makanan, pulang bersama saat malam, atau duduk diam tanpa banyak bicara. Hal-hal kecil seperti ini terasa dekat dengan kehidupan nyata, sehingga emosinya lebih mudah masuk ke penonton.

Hidup Tidak Harus Selalu Berpacu dengan Waktu

Dorama menjadi tayangan yang nyaman ditonton saat lelah, mungkin karena dorama tidak selalu mencoba membuat penonton tegang. Mereka tidak menuntut emosi besar di setiap episode. Tidak memaksa cerita terus bergerak cepat, dan tidak selalu membuat karakter harus menjadi sempurna.

Sebaliknya, drama Jepang sering memperlihatkan orang-orang biasa yang sedang berusaha menjalani hidup sebaik mungkin. Dan saat seseorang sedang lelah secara emosional, melihat karakter yang pelan-pelan bertahan dalam hidup terasa jauh lebih menenangkan dibanding cerita yang terlalu penuh drama.

Kalau diperhatikan, banyak healing drama Jepang sebenarnya punya pesan yang mirip, yaitu bahwa hidup boleh berjalan pelan. Di tengah budaya modern yang serba cepat dan penuh tekanan, dorama sering menghadirkan dunia yang lebih tenang. Penontonnya diajak berhenti sejenak, memperhatikan hal-hal kecil, dan menikmati momen sederhana yang biasanya terlewat.

Konsep seperti ini juga dekat dengan budaya Jepang yang cukup sering menghargai ketenangan, rutinitas, dan detail kecil dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, healing drama Jepang bukan cuma soal cerita yang santai, tapi juga tentang suasana yang membuat penonton merasa “boleh istirahat sebentar”. Mungkin itu alasan kenapa dorama sering disebut healing drama. Bukan karena semua ceritanya bahagia, tetapi karena mereka memberi rasa nyaman yang pelan-pelan menenangkan pikiran penontonnya.

Healing memang nggak harus traveling. Bagi yang ingin menyegarkan pikiran dengan menonton drama Jepang terbaru, langsung aja cek di Shorama! Konten-konten terbaru selalu ada untuk menemani healing-mu. Dapatkan aplikasinya di sini!

 

Referensi:

Artikel Terkait
Kenapa Akhir Drama Jepang Jarang Happy Ending Nggak Seindah Negeri Dongeng

Kenapa Akhir Drama Jepang Jarang Happy Ending? Begini Penjelasannya!

Salah aspek utama dalam tayangan sinematik adalah penataan plot yang menarik. Namun kalau menonton dorama, ada satu hal yang cukup sering terasa. Cerita yang sudah

Shorama_7 Rekomendasi Drama Jepang Horor Terseram Sepanjang Masa.jpg

7 Rekomendasi Drama Jepang Horor Terseram Sepanjang Masa, Bikin Susah Tidur!

Bagi pecinta genre horor, Jepang adalah “kiblat” dari segala hal yang berbau mistis dan mencekam. Berbeda dengan horor Barat yang banyak mengandalkan jump scare, rekomendasi

Shorama_Fenomena Slow burn romance dalam drama jepang

Fenomena ‘Slow Burn Romance’ dalam Drama Jepang, Kenapa yang Lambat Justru Lebih Menggigit?

Genre romance bisa dibilang adalah salah satu terfavorit semua kalangan. Berdasarkan survei Lokadata tahun 2024, tayangan yang romantis disukai oleh 38% persen responden. Walaupun tidak

Frame 112 (7)

Start watching today

Available on App Store and Google Play

Vector
c3e286649ec501ab8409751e2f5167cd

Unduh aplikasi SHORAMA menggunakan kode QR dan tonton drama pendeknya sekarang